Produk Elektronik Daur Ulang

Diakui atau tidak, gerakan untuk hidup selaras dengan alam terus merambah segala lini kehidupan. Terlebih di tengah isu pemanasan global yang kian santer dikumandangkan di seluruh dunia. Mau tak mau hal ini mempengaruhi orientasi dunia bisnis, termasuk bisnis elektronik. Pabrikan elektronik pun kini berlomba-lomba menawarkan ragam produk yang mengusung konsep hijau alias ramah lingkungan.

Electrolux misalnya, pabrikan home appliances asal Swedia, baru-baru ini merilis Electrolux Ultra Silencer Green. Inilah vacuum cleaner yang sebagian bahan bakunya berupa plastik daur ulang. Pasalnya, kandungan bahan daur ulang untuk body-nya ini mencapai 55 persen yang berasal dari rongsokan bemper mobil. Bahkan produk ini merupakan salah satu vacuum cleaner paling hening di dunia hanya 71dB(A). Selain itu konsumsi listriknya 33 persen lebih rendah dari rata-rata yang dihabiskan vacuum cleaner biasa (sekira 2.000watt).

Penggunaan materi daur ulang tak hanya menjelaskan warna dari produk Ultra Silencer Green yang hadir hanya dalam warna hitam tetapi juga mengurangi energi yang dibutuhkan dalam proses produksi komponen plastik. Paling tidak, proses daur ulang menghemat sekira 90 persen energi dibandingkan dengan produksi berbahan dasar plastik murni. “Jadi, jika ada 20 juta vacuum cleaner  dijual setiap tahun di Eropa dan diproduksi dengan cara sama, akan menghemat 251 ribu barel minyak mentah serta 1,6 miliar meter kubik air,” ujar Haryono Simon, General Manager PT Electrolux Indonesia.

Selain hadir dengan desain ergonomis, vacuum cleaner yang berbobot 5,4 kg ini dilengkapi dengan filter pembuangan berupa HEPA H12 dan beragam fitur untuk memudahkan dalam pengoperasian. Diantaranya, kabel sepanjang 9 meter dengan penggulung otomatis dan pipa teleskopis berikut nozzele sofa kombinasi multifungsi.

Selain Electrolux, pabrikan telepon genggam asal Finlandia, Nokia pun mencanangkan gerakan mendaur ulang ponsel buatannya. Paling tidak, dari daur ulang telepon genggam ini dapat mengurangi gas kabondioksida hingga 12.585 kg. Perlu diketahui, 80 persennya produk Nokia bisa didaur ulang.

Menurut Regional Manager Environmental Affairs Markets, SEAP Nokia, Francis Cheong, program yang digulirkan Nokia ini dimulai sejak 1997 dengan menyebarkan 5000 drop box yang tersebar di 85 negara, termasuk Indonesia. “ Ponsel meningkatkan kualitas hidup kita sehari-hari dengan cara yang tak terbayangkan. Jadi, ambil ponsel atau aksesoris bekasmu dari laci dan berikan ke box daur ulang di setiap Nokia Care Service Point untuk didaur ulang,” ujar Francis.

Hal senada diungkapkan Country Manager Nokia Indonesia, Bob McDougall, bahwa kesadaran untuk menghargai lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil, termasuk menyumbangkan ponsel dan aksesoris bekas yang sudah tak terpakai. “Dengan lebih dari 1 milyar konsumen seluruh dunia bersedia memberikan ponsel dan aksesoris bekas, maka hal ini akan mengurangi potensi polusi gas rumah kaca setara dengan polusi dari empat juta kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Di samping telepon genggam, beberapa jenis sampah elektronik yang dapat didaur ulang adalah adalah alat rumah tangga, seperti lemari es, mesin cuci, dan blender. Dari sampah elektronik tersebut dapat digunakan sebagai material untuk alat musik saksofon, peralatan masak, emas, dan meja makan. Tak heran bila pabrikan elektronik LG Electronics, juga tengah memproduksi peralatan rumah tangga dari sampah elektronik buatannya.

“Kami sudah melakukan daur ulang berbagai produk elektronik, seperti AC di Korea, Uni Eropa, dan Jepang, dengan menarik barang elektronik yang sudah tidak terpakai. Hal itu tergantung pada kebijakan pemerintah masing-masing,” ujar CEO LG Electronic untuk wilayah Asia, Woody Nam.

Menurut rencana, dalam waktu dekat ini LG akan membuka pusat daur ulang limbah barang elektronik di kawasan ASEAN. Meski untuk lokasinya hingga saat ini masih belum ditentukan. Namun paling tidak, menurut Woody Nam, rencana ini guna mendukung program LG yang tengah menggalakkan kampanye hidup lebih sehat dengan penggunaan teknologi berfitur kesehatan pada setiap produk home appliances-nya. [view]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW Edisi Oktober 2009

Advertisements

Tren Perabotan Rumah 2009

iron1Sebagai benua dengan populasi penduduk tertinggi di dunia, kawasan Asia juga dihuni orang-orang yang memiliki kebiasaan unik. Salah satunya dalam hal melakukan pekerjaan rumah, dengan memasak di dapur.

Tentang kegemaran memasak makanan di Asia, AC Nielsen melakukan survey, di sembilan Negara dan melibatkan 27 ribu responden orang di Asia. Dari survey ini, diperoleh gambaran apa yang dipikirkan orang-orang Asia tentang makanan, cara belanja makanan, makan di luar rumah, memasak, hiburan yang disukai dan dapur di rumah.

Untuk urusan makanan serta memasak, disimpulkan bahwa orang-orang Asia menyukai masakan bervariasi dan berbumbu. Karena itu, mereka memerlukan alat penghisap asap yang canggih. Selain itu, orang Asia senang dengan masakan digoreng, sehingga kompor yang digunakan harus dirancang dengan api besar. Hal ini sangat membantu mereka,  membuat makanan cepat matang  dalam waktu singkat.

Beranjan dari sinilah, pabrikan peralatan dapur terkemuka, Electrolux, mengembangkan produk peralatan memasak, pengolahan makan dan desain dapur. Dan 2009 ini, perusahaan dengan jargon Thinking of You, memperkenalkan serangkaian produk dapur dan perawatan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan orang Asia. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 30 produk dilengkapi fitur mutakhir serta model elegan, dirilis sesuai tren disain tahun 2009.

“Kami berusaha untuk selalu menggali dan memahami kebutuhan para konsumen. Kami ingin menjadikan hidup mereka lebih mudah. Kami menciptakan produk-produk dapur dan perawatan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Lanny Kurniawan, Marketing Manager PT Electrolux Indonesia.

lgKoleksi terbaru perabotan dapur 2009 yang ditawarkan pabrikan berbasis di Swedia ini, antara lain kompor tanam (hob) alat penghisap asap (cooker hood), oven tanam (built-in oven), kulkas, mesin cuci, dan pengering pakaian (dryer).  Pada kompor tanam atau hob, di disain begitu elegan dam dapat menghasilkan api besar. Waktu memasak pun akan lebih efisien serta hasil masakan superior. Selain mudah dibersihkan, hob ini juga memiliki pengaman gas thermocouple. Bila ada kebocoran pada tabung atau selang gas, secara otomatis kompor ini tak akan menyala.

Electrolux pun memperkenalkan alat penghisap asap atau hood yang hening, namun sangat bertenaga, sehingga terasa lebih nyaman saat memasak. Produk oven pun multi fungsi,  mudah dibersihkan dan sangat aman, untuk disentuh bahkan pada saat dinyalakan. Dan semua rangkaian produk itu dapat dipadukan dalam dapur  yang terintegrasi dan serasi.

Perangkat dapur lainnya, breakfast set hingga blender pun diluncurkan bersamaan koleksi perabotan rumah tangga 2009 oleh pabrikan yang berslogan ‘memikirkan Anda’ bukan sekadar pemanis belaka, tapi cara hidupnya itu. Electrolux juga menciptakan rangkaian produk yang erat kaitannya dengan urusan domestik yakni mesin cuci, pengering pakaian dan penghisap debu berteknologi tinggi.

Terinspirasi kebiasaan orang-orang Asia yang menilai bahwa tidak ada makanan lebih segar daripada makanan dari pasar, Electrolux  merilis sejumlah model lemari es yang mampu menjaga makanan tetap segar. Kulkas mulai dari dua pintu hingga empat pintu ini, hadir dengan ruang penyimpanan fleksibel, dilengkapi display dan sistem deo fresh aktif.

Untuk mesin cuci terbaru, hadir dengan fitur Time Manager yang diklaim sebagai mesin cuci pintar. Mesin cuci ini dapat mencuci sesuai dengan waktu pengguna dan dapat mencuci segala jenis bahan tanpa merusaknya. Dengan bentuk drum yang miring, memudahkan pengguna  memasukkan dan mengeluarkan pakaian. Sementara teknologi Jet Spray-nya, membuat mencuci lebih bersih dan empat kali lebih hemat air, dibanding mesin cuci bukaan atas.

elecroluxBegitu pula dengan mesin pengering pakaian bernama Iron Aid. Produk inovasi pertama yang diciptakan dalam sejarah peralatan rumah tangga. Mesin ini mampu mengeringkan pakaian serta mengurangi kekusutan hingga 70 persen. Pengguna pun tak perlu repot menyetrika pakaiannya setelah dikeringkan. Sama halnya dengan rangkaian penghisap debu yang mampu membersihkan apa saja berkat beragam seri dan jenis nozzle yang diciptakan. Mulai dari seri rapido, ergorapido si vacuum cleaner instant hingga seri Tribolite, si robot vacuum.

Sama halnya dengan Electrolux, Sharp dan LG, dua pabrikan elektronik yang juga memegang kendali pasar itu pun merilis beberapa produk ’dapur’ andalannya untuk kawasan Asia.

Sharp, lewat pabrik barunya meluncurkan 10 model mesin cuci model twin-tub seri Super SoakMagic dan Super AquaMagic. Selain itu, Sharp juga melengkapinya dengan produk mesin cuci model front loading kelas premium Glam Magic yang khusus didatangkan dari Jepang. Dimana semua produk mesin cucinya dibekali dengan ion Ag+, penghilang bakteri penyebab bau tak sedap. Sementara di jajaran lemari es, Sharp tetap memasarkan seri Fresh Lemon dan Queen, menjamin makanan tetap segar dan alami.

Begitu pula dengan pabrikan LG, memasuki tahun 2009 ini, memperkenalkan lemari pendingin dua pintu dan seri side by side. Kulkas ini dilengkapi dengan ragam teknologi mutakhir seperti, In Door Ice Maker, Soft Home Bar, dan fitur Miracle Zone, Moisture Balance serta VitaLight lengkap dengan LED. Bahkan pada seri side by side, LG membalutnya dengan flower pattern warna Red Wine dan White Flower yang menonjolkan kesan modern, dinamis dan feminin.

“Produk spesifik seperti lemari es side by side Flower Pattern memang ditunggu oleh konsumen karena desain yang beda dan emotional benefit yang telah menyentuh orang Asia,” ujar Budi Setiawan, General Manager National Sales PT LG Elektronics Indonesia.

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Januari 2009