MAZEE, DESTINASI BARU DUNIA FASHION

foto by izoruhai

Selera dan gaya hidup kaum urban terus berkembang, termasuk dalam dunia pasar mode. Salah satunya yang dihadirkan pusat perbelanjaan fX Lifestyle X’nter lewat Mazee The Art and Fashion Store yang menawarkan konsep baru di dunia ritel. Outlet yang menempati lantai f6, fX Lifestyle X’nter ini memang sengaja ditujukan untuk para pecinta fashion, art dan musik yang berjiwa muda dan update dengan gaya hidup terkini.

Dan di Mazee –yang berarti labirin— ini, pengunjung akan menemukan sekira 60 unit gerai dari beragam brand karya anak bangsa dengan penempatan berliku-liku mirip sebuah labirin di area seluas 1.675 meter persegi. Selain penataan yang unit dan atraktif ini juga menerapkan konsep lovely everyday objects dengan memanfaatkan produk-produk yang biasa digunakan sehari-hari dengan tema visual merchandise summer backyard party.

“Kami berharap kaum urban dapat lebih termotivasi untuk mengeksplorasikan inspirasi yang menghasilkan hasil karya kreatif, stylist, dan unik,” ujar Albert Jahja, selaku Deputy Marketing Director Mazee. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2010

Advertisements

PESONA KAIN TRADISIONAL INDONESIA

Wastra alias kain-kain tradisional Indonesia memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Meski demikian, banyak diantara masyarakat yang kurang menyadari akan hal itu. Tak heran, jika kain-kain tradional itu hanya menumpuk di dalam lemari. Padahal kain-kain itu bisa bernilai lebih dan bisa dikenakan dalam aktifitas sehari-hari. Seperti yang ditawarkan Stephanus Hamy, perancang mode kenamaan ini bersama fashion stylist Debby Suryawan dalam tiga bukunya yang bertajuk Chic Mengolah Wastra Indonesia seri Tenun NTT, Wastra Bali dan Batik Jawa Barat.

Di buku ini memuat bagaimana cara memadankan kain tradisional dengan busana harian agar bisa dikenakan untuk beragam event, bahkan harian saat kerja. Misalnya untuk usia 40-an, desain lebih formal dengan pemilihan warna yang gelap dengan potongan simpel untuk memberi elegan. Sedangkan untuk usia 20-30an, sentuhan ceria dan muda sangat terasa pada pemilihan warna, dan potongan yang lebih rumit, seperti rok dengan akses lipit, obi, balero dan tube dress yang menggelembung di bagian bawah.

”Tiap kain memiliki motif dan karakter yang berbeda, sehingga diperlukan gaya yang berbeda pula, misalnya wastra batik Jawa Barat yang ringan, penuh warna dan atraktif, sangat cocok dipadupadankan untuk keseharian dan pesta koktil,” ujar Stephanus Hamy saat peluncuran buku Chic Mengolah Wastra Indonesia di Pasaraya Grande, Jakarta beberapa waktu lalu yang dimeriahkan dengan peragaan busana kain tradisional. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2010

Gelaran Fashion Nation 2010 ala Senayan City

Setelah sukses di tiga gelaran sejenis sebelumnya yang melambungkan sebagai mal berkelas, Senayan City kembali menggelar Fashion Nation. Sebuah agenda tahunan di dunia fashion yang banyak ditunggu oleh fashionista Indonesia. Untuk kali ke empat ini, Senayan City menggandeng pabrikan otomotif ternama Audi. Tak heran gelaran akbar tahunan ini dinamai Audi Senayan City Fashion Nation Fourth Edition 2010. Paling tidak, dalam perhelatan yang tampil dalam format yang lebih beragam ini, empat agenda besar disuguhkan sepanjang dua pekan di awal Mei lalu.

Diantaranya peragaan busana bertajuk A Tribute to Music Icons dari sembilan desainer mode dan dua desainer sepatu yang tergabung dalam Fashion First @ Senayan City. Selain itu deretan brand global sekelas Debenhams, Guess, Adidas, Alleira dan masih banyak lagi yang ada di mal bintang lima ini turut meramaikan gelaran Fashion Shows. Pun ditampilkan koleksi urban street fashion yang tergabung dalam Nanonine Friends n’ Family. Dan perhelatan fashion yang telah hadir sejak tahun 2007 ini dimeriahkan dengan gelaran pameran foto fashion bertajuk Wonderland hasil bidikan fotografer fashion berbakat, Nicoline Patricia Malina yang menggunakan kamera Sony Alpha.

“Kami berharap, lewat kegiatan fashion yang dikemas begitu cantik dan berkelas ini akan membawa industri fashion Indonesia ke tempat yang lebih tinggi di kancah mode internasional, sekaligus menjadikan Senayan City sebagai tujuan belanja kelas dunia dan memantapkan posisi Senayan City sebagai tolak ukur perkembangan fashion tanah air,” ungkap Veri Y Setiady, Marketing Director, Senayan City. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk View edisi Juni 2010

Pesona Batik Banten

foto by fernandez

Unik, cantik, menarik dan selalu fashionable dalam setiap paduan tekstur, motif dan jenis bahan. Paling tidak itulah gambaran batik Banten yang hadir dengan corak dan motif tersendiri. Pun dengan tenun suku Baduy asli Banten, dengan kekhasan tersendiri tak kalah menariknya. Meski memang, pamornya belum setenar batik Pekalongan, Solo, Yogyakarta atau Cirebon.

Dari batik dan tenun Banten inilah tampil koleksi busana elegan yang tak sekadar diwujudkan lewat keahlian semata, tapi kecintaan akan budaya dan tradisi leluhur yang sarat makna. Keindahan batik dan tenun Banten itu dipamerkan dalam peragaan busana yang mengusung Kharisma Batik dan Tenun Banten, hasil rancangan desainer Riny Suwardy. Lewat peragaan busana yang terangkum dalam gelaran Parade Budaya Banten 2009 yang diadakan beberapa waktu lalu di bumi Jawara ini— sang desainer seakan menunjukkan kemampuannya dalam mendesain busana elegan, menarik dan penuh eksplorasi dalam setiap potongan dan desainnya.

Lewat tangan dinginnya, batik dan tenun Banten menjelma menjadi sebuah busana berkelas yang terbagi dalam empat sequen. Diantaranya busana kerja, busana pesta, busana kasual dan koleksi batik dalam tenun Banten yang dikolaborasikan dengan kebaya.  Dalam pengaplikasikan rancangannya, Riny memadukan frill dan kerutan-kerutan. Selain itu aksen bulu-bulu, sehingga memberi kesan girly dan menarik.

“Dalam koleksi ini, saya bermain cutting, serta konsep padupadan, agar koleksi tetap terlihat menarik. Saya tetap membawa ciri khas saya seperti frill, lipit-lipit, model bulu, kristal swarovski, dan payet,” ujar perempuan kelahiran Jakarta, 19 Januari 1971 ini.

Dari segi motif, batik dan tenun Banten memang lebih cukup berani dalam hal permainan warna. Sehingga kesan yang ditampilkan dalam desain-desain busana karya Riny kali ini memang berbeda, lebih girly dan fun. “Keunikan batik Banten tampak pada warnanya, sedangkan tenun Banten pada ornamennya yang sederhana,” tegasnya.

Permainan warna yang berani pada batik Banten seperti pada motif paku debus dan surosowan ini dipengaruhi keberadaan budaya Cina Benteng yang memang selalu menonjolkan warna-warna cerah. Sementara batik dan tenun Baduy yang memang agak susah mengubah warnanya, sebab hanya terdiri dari hitam dan biru saja dan tidak ada modifikasi. [view]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW Edisi Oktober 2009

Kaya Sentuhan Eksotisme Asia

foto by Fernandez
foto by Fernandez

Lebaran mempunyai makna yang suci, bersih dan fitrah. Ibarat manusia yang terlahir kembali, menyusun kembali hal-hal baru untuk lebih baik. Pun dengan Shafira, brand busana muslim di usianya yang ke-20, terus berkarya dengan hal-hal yang baru di industri fashion muslim. Dan saban musim lebaran tiba, lewat ‘Lebaran Bersama Shafira’, beragam inovasi baru dipersembahkan.

Dalam gelaran Lebaran Bersama Shafira kali ini, mengusung tema La Fleur de Shafira yang digelar awal Agustus di Jakarta. Shafira menyuguhkan 98 koleksi busana lebaran yang kaya sentuhan kemewahan serta eksotisme budaya Asia,  dirangkum dalam Exotic Asia. Sebuah perpaduan unsur etnik Indonesia dengan nuansa arsitokratis Thailand dan kemewahan warna-warni negeri India.

Koleksi terbagi dalam lima bagian, lebih minimalis dan praktis. Gaya rancangan dengan pilihan bahan dalam satu set pakaian ditata dinamis dengan permainan bahan berbeda. Hal ini terlihat pada komposisi blus tunik dengan pilihan celana dari berbagai alternatif karakter bahan, mulai katun sampai jins. Menjadikan koleksi tampak lebih muda dan segar.

Aplikasi hasil kerajian yang menjadi detil dekoratif yang kerap hadir dalam koleksi Shafira kali ini masih dipertahankan meski tak berlebihan. Sebut saja, manik kayu dan ornament manik berbentuk perhiasan menjadi daya tarik tersendiri. Sementara kerudung berlapis dan penuh hiasan dekoratif mulai dikesampingkan. Dan sebagai gantinya, bentuk ikatan yang ringkas dan sederhana serta diperkenalkannya kerudung rajut memberi nafas baru.[view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2009

Pixielary, Ekpresikan Gaya Rambutmu

foto by RHO
foto by RHO

Biasanya wanita lebih menyukai rambut panjang agar lebih terlihat feminim dan menarik. Padahal, meski tampil dengan rambut pendek, bisa juga tampil anggun.  Masih ingat gaya rambut para pesohor Hollywood, seperti Victoria Beckham, Halle Berry, Natalie Portman, Michelle Williams, Cameron Diaz hingga Twiggy –yang pada jamannya— pernah memotong pendek rambutnya. Kabarnya, potongan rambut pendek nyonya Beckham itu terinspirasi dari potongan rambut kreasi Garren dari Garren of New York yang dipopulerkan Linda Evangelista 1988 lalu dan jauh sebelumnya di tahun 1958 oleh Audrey Hepburn.

“Sangat jelas kami harus memotong rambutnya lebih pendek dan memberikan tampilan yang bisa mengikuti kecantikan, pribadi hebat dan tubuh indah dari nyonya Beckham,” tegas Garren, dari salon ternama bagi kalangan selebriti dunia Garren of New York.

Di dunia kecantikan, cutting (guntingan rambut) sangat berkaitan erat dengan bentuk wajah. Karakter helaian rambut juga karakter kepribadian seseorang. Karena itu, guntingan rambut yang tepat tak hanya terlihat stylish dan atraktif, tapi sesuai dengan bentuk wajah. Pun dengan colouring (pewarnaan rambut) yang tak sekadar berfungsi sebagai ‘fashion’ dalam penampilan seseorang, tapi juga membantu menyamarkan masalah rambut.

Kehadiran colouring akan membantu membuat potongan rambut terlihat lebih menonjol berkat tekstur rambut yang terlihat sempurna. Tak hanya itu, pewarnaan rambut –yang tepat— juga bisa membantu membuat kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Termasuk gaya potongan rambut pixie alias pendek.

Penata rambut ternama Rudy Hadisuwarno, baru-baru ini mencuatkan kembali gaya rambut pendek yang dirangkum dalam Pixielary sebagai koleksi tengah tahun 2009. Dengan memegang filosofi total look-nya, Rudy menghadirkan konsep guntingan rambut pendek terbaru, yang tak hanya serasi dengan gaya hidup masa kini, tapi juga siap menampilkan sisi feminin wanita dari sudut yang berbeda.

Koleksi Pixielary terdiri dari dua gaya rambut yakni Bold Pixie dan Playful Pixie. Menurut Rudy, gaya rambut Bold Pixie mampu menampilkan sisi feminin wanita yang berbeda. Gaya rambut ini memiliki karakter kuat, resolute, visioner, kontemporer dan androgini. Sementara gaya rambut Playful Pixie dapat menampilkan feminitas wanita yang lebih berani dan ‘bermain’. Gaya rambut berkarakter dinamis, modis, atraktif, fascinating ini menerapkan konsep guntingan terkesan acak (spike). Tertarik dengan gaya rambut pendek? Ekspresikan gaya rambutmu. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2009

Berani dan Elegan Dengan Color Block

bentenPesona dunia bawah laut begitu menakjubkan. Semburat kombinasi warna-warna kontras kerap memikat mata. Tenang, hangat, bersahabat namun tetap berani dan penuh gairah. Keindahan warna kontras inilah yang menginspirasi duo desainer dalam berkreasi menghadirkan koleksi busana yang elegan.

Memasuki tahun ketiga, lewat label yang diusungnya Benten, Cecilia Yuda dan Lisa Daryono kembali menampilkan koleksi terbarunya dengan tema Color Block. Dengan tetap menggunakan material ringan dan lembut seperti silk satin dan chiffon silk, namun kali ini duo desainer hendak menghadirkan sentuhan kuat dua warna. Tampilan gaun dengan kombinasi antara merah dan oranye, merah dan biru hingga coklat dan biru begitu memikat. menegaskan ciri khas Benten yang berani namun tetap feminine dan elegan.

Aplikasi tehnik kerut halus dan rumit masih terlihat pada koleksi 2009 teranyar yang bakal diikutkan pada Jakarta Fashion Week, November mendatang ini. Selain itu, koleksi sebanyak 20 potong ini tetap mempertakan detail minimalis pada setiap gaunnya. Sehingga lewat pencampuran dua warna unik dan cenderung berani pada satu desain terkesan kontras. Sepertinya, Benten hendak menegaskan bahwa kombinasi warna-warna cantik dan cocok untuk wanita modern yang berani tampil berbeda namun tetap terlihat elegan. Dan tentunya, blocking warna dari atas hingga bawah ini makin menegaskan karakter dari Benten.

Ide akan keindahan dunia bawah laut tersebut dituangkannya dalam sejumlah koleksi yang bukan saja tampak berani, penuh gairah dan menggoda, tapi juga mewah dan elegan. Tak heran bila gaun-gaun berlabel Benten kini tengah digandrungi kalangan selebriti maupun sosialita Jakarta. Tak hanya itu, permintaan global pun terus berdatangan mulai dari Singapura, Malaysia, Australia hingga Amerika Serikat. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2009