Solusi Cerdas Merawat Kecantikan Wajah ala Selebriti

foto dok. Olay

Tak dipungkiri lagi, hidup di kota besar, memang memiliki akses ke segala kemudahan namun tak sedikit juga risiko yang didapat. Kepenatan dari rutinitas, kesibukan, bekerja hingga larut malam, udara panas, debu dan polusi merupakan konsekuensinya. Terlebih untuk seorang wanita, di samping ada kewajiban yang harus dijalani, ada pula tuntuntan untuk senantiasa tampil maksimal. Selain itu, ada aturan tak tertulis yang mengharuskan para wanita untuk menjaga dan merawat kulit mereka.

Lalu bagaimana agar tetap dapat tampil maksimal? Maksimal tak selalu harus mahal dan ribet. Sebagaimana yang dikemukakan oleh dua selebriti cantik Mariana Renata dan Ida Iasha dalam hal merawat kecantikan kulit wajah mereka. Memang, apa yang dilakukan keduanya tak lepas dari masukan para pakar kecantikan. Konon baik Mariana maupun Ida mempercayakan perawatan kulit wajahnya dengan menggunakan produk Olay.

Seperti Mariana Renata –yang hobi traveling— yang didapuk sebagai brand Ambassador Olay White Radiance baru ini telah lama menggunakan White Radiance protective day cream. “Saya sangat menghindari bermake–up di luar kegiatan modeling dan pekerjaan saya, dan dengan White Radiance ini saya merasa tetap nyaman dengan kulit sehat walaupun tidak bermake-up,” ujar model cantik yang tinggal di Sidney ini.

Mariana menambahkan, produk ini memang diciptakan untuk wanita aktif dan senang aktifitas di luar ruangan sehingga kulit terlindungi dari sinar UV. “Hobi saya adalah traveling dan pantai adalah tujuan favorit saya,” tandas model kelahiran Paris, 31 Desember 1983 ini.

Pun dengan aktris cantik Ida Iasha, meski di usianya yang genap 47 tahun, kecantikannya masih terlihat dengan nyata. Hal ini menurutnya, meski sibuk mengurus empat putranya, Ida tetap menjaga kesehatan kulitnya. Dan sebagai ibu rumah tangga, ia pun selalu berusaha cermat dalam mengatur keuangan, salah satunya untuk keperluan belanja produk perawatan kulit yang terjangkau dengan hasil maksimal. Rupanya, pilihannya jatuh pada produk Olay Regenerist Micro Sculpting. Baginya produk ini mampu membuat kulit tetap lembab dan elastis.

“Di jaman sekarang ini kita harus pandai dalam memilih produk yang sesuai kebutuhan dengan harga yang terjangkau,” kata aktris kelahiran Belanda, 14 Mei 1963 yang didapuk sebagai Brand Ambassador Olay Regenerist di Indonesia.

Hal ini dibenarkan oleh Junita Kartikasari, PR Manager P&G Home Product Indonesia yang mengatakan, “Olay White Radiance dan Olay Micro-Sculpting cream memberikan solusi pintar bagi wanita utk mendapatkan kulit tampak sehat, kencang dan tampak cerah bercahaya dengan harga kurang dari separuh krim mahal dunia” ujarnya.

Dan untuk dapat tampil maksimal dalam setiap kesempatan, pakar make-up Qiqi Franky menyarankan ketika make-up di siang hari sebaiknya setelah wajah dibersihkan gunakan serum sebelumnya agar make-up dapat menempel lebih lama. Jika ingin menggunakan foundation dapat dicampur dengan pelembab sehingga hasil lebih merata dan berkilau. Sapukan make up tipis supaya lebih segar, warna-warna cerah seperti pink, magenta dapat diulaskan di bagian mata dan jangan lupakan blush on warna coklat atau pink.

Sementara untuk make-up malam hari, menurut artist make-up ini menyarankan sebaiknya pelembab tidak hanya digunakan di bagian muka saja, supaya lipstick lebih terlihat penuh dan tahan lama. Pada bagian mata supaya terlihat lebih dramatis ulaskan mascara satu kali kemudian berikan bedak tabur dan ulaskan kembali maskaranya, bulu mata akan terlihat penuh. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Mei  2010

Advertisements

Permak Tubuh Dengan Cosmetic Surgery

cosmetic-surgeryTampil menarik merupakan idaman setiap orang. tak melulu kaum wanita, kalangan pria pun mengidamkan bentuk tubuh yang sempurna. Berbagai upaya pun dilakukan, salah satunya dengan bedah kosmetik.

Bedah kosmetik atau lebih dikenal dengan operasi plastik di Indonesia kian diminati masyarakat. Tak hanya didominasi kalangan selebriti, masyarakat awam pun seakan tergiur. Dan sepertinya, bedah plastik kini menjadi bagian dari gaya hidup kalangan metropolitan. Tak sekadar untuk memperbaiki penampilan, tapi juga untuk menambah rasa percaya diri. Tentunya hal ini terjadi seiring dengan pergeseran gaya hidup dan bergantinya persepsi akan kecantikan.

Saat ini, bedah estetik dan teknologi advance beauty, semisal laser, botox, kian popular dan digandrungi. Teknologi tersebut lazim dibicarakan di media massa maupun dalam aktivitas sehari-hari. Tak pelak, klinik yang melayani operasi kecantikan bertebaran di mana-mana. Masyarakat pun tak lagi sungkan-sungkan untuk ‘mempermak’ bagian tubuh yang dirasa tak sempurna. Bahkan operasi plastik ini tak melulu monopoli kaum hawa, tapi para pria pun banyak yang menjalaninya, sebagai solusi memperbaiki penampilan ragawi. Padahal, dulu sekira dua puluh tahun lalu, masyarakat Indonesia menganggapnya sesuatu yang ‘tabu’ untuk dilakukan.

Kecantikan merupakan sesuatu yang bersifat subyektif dan standarnya berbeda dari zaman, ras maupun budaya. Dan kecantikan seseorang mempengaruhi kecantikan luar maupun inner beauty. “Kecantikan luar yang ditunjang dengan inner beauty memberikan kualitas hidup yang baik,” tegas dokter spesialis bedah plastik dan rekontruksi spesialis bedah craniomaxillofacial, dr Enrina Diah, SpBP dalam peluncuran bukunya Ultimate Beauty: Menjadi Pribadi Menakjubkan dengan Cosmetic Surgery di Jakarta beberapa waktu lalu.

Studi yang dilakukan di Universitas California, 2007 lalu, menunjukkan, seseorang dengan penampilan menarik di tempat kerja, dan memiliki kepribadian yang atraktif, akan lebih mendapat perlakuan spesial dan penghormatan lebih dari lainnya. Tak heran bila ia memiliki otoritas yang berbeda, mendapatkan gaji yang lebih tinggi, mudah mencari pasangan hidup dan teman serta beberapa kemudahaan lainnya. “Dengan kata lain, jika berhasil tampil sempurna, kita akan memperoleh keuntungan yang lebih, menjalani hidup sepenuh keyakinan, harga diri meningkat, lebih sehat, lebih dapat menikmati hidup dan menyenangkan semua orang yang berada di sekitar kita,” tandasnya.

Namun demikian, tak semua orang mendapat anugerah wajah yang cantik maupun bentuk fisik sempurna. Karenanya, bedah plastik dapat menjadi solusi untuk menyempurnakan atau memperbaiki bentuk wajah, hidung, mata, bibir, serta tubuh yang proporsional. Semisal payudara yang kecil, dapat diperbesar dengan tindakan breast augmentation. Sebaliknya, payudara yang terlalu besar juga dapat diperkecil bentuknya dengan operasi breast reduction. Dan jika klien memiliki keinginan yang jelas dan harapan yang realistis, bedah estetik dapat membantu memperbaiki dan menyempurnakan penampilannya, sehingga inner beauty seseorang akan lebih terpancar ke luar.

Dari sekian jenis tindakan itu, operasi mata menempati posisi teratas setelah jenis bedah kecantikan lainnya seperti memperbaiki alis, facelift, dan operasi membuat kelopak mata bagi klien yang tak punya kelopak mata. Pasalnya, berdasarkan data di lapangan bahwa dari sepuluh klien rata-rata lima hingga enam meminta operasi mata. Sisanya memilih operasi hidung, payudara, merapikan perut hingga sedot lemak.

Meski begitu, masih banyak ditemukan, klien melakukan perawatan dengan prosedur salah, seperti suntik silikon di salon yang tidak layak. Banyak contoh kasus dari operasi plastik yang salah prosedur. Menjadi cantik pun seakan bagai api jauh dari panggang. Tak heran bila pakar bedah kosmetik dari The Center for Aesthetic Dermatology, Dr Jeffrey Sklar menekankan pentingnya komunikasi antara dokter dan pasien untuk memahami alasan dari pasien untuk melakukan bedah plastik kosmetik. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2009