Pesona Batik Banten

foto by fernandez

Unik, cantik, menarik dan selalu fashionable dalam setiap paduan tekstur, motif dan jenis bahan. Paling tidak itulah gambaran batik Banten yang hadir dengan corak dan motif tersendiri. Pun dengan tenun suku Baduy asli Banten, dengan kekhasan tersendiri tak kalah menariknya. Meski memang, pamornya belum setenar batik Pekalongan, Solo, Yogyakarta atau Cirebon.

Dari batik dan tenun Banten inilah tampil koleksi busana elegan yang tak sekadar diwujudkan lewat keahlian semata, tapi kecintaan akan budaya dan tradisi leluhur yang sarat makna. Keindahan batik dan tenun Banten itu dipamerkan dalam peragaan busana yang mengusung Kharisma Batik dan Tenun Banten, hasil rancangan desainer Riny Suwardy. Lewat peragaan busana yang terangkum dalam gelaran Parade Budaya Banten 2009 yang diadakan beberapa waktu lalu di bumi Jawara ini— sang desainer seakan menunjukkan kemampuannya dalam mendesain busana elegan, menarik dan penuh eksplorasi dalam setiap potongan dan desainnya.

Lewat tangan dinginnya, batik dan tenun Banten menjelma menjadi sebuah busana berkelas yang terbagi dalam empat sequen. Diantaranya busana kerja, busana pesta, busana kasual dan koleksi batik dalam tenun Banten yang dikolaborasikan dengan kebaya.  Dalam pengaplikasikan rancangannya, Riny memadukan frill dan kerutan-kerutan. Selain itu aksen bulu-bulu, sehingga memberi kesan girly dan menarik.

“Dalam koleksi ini, saya bermain cutting, serta konsep padupadan, agar koleksi tetap terlihat menarik. Saya tetap membawa ciri khas saya seperti frill, lipit-lipit, model bulu, kristal swarovski, dan payet,” ujar perempuan kelahiran Jakarta, 19 Januari 1971 ini.

Dari segi motif, batik dan tenun Banten memang lebih cukup berani dalam hal permainan warna. Sehingga kesan yang ditampilkan dalam desain-desain busana karya Riny kali ini memang berbeda, lebih girly dan fun. “Keunikan batik Banten tampak pada warnanya, sedangkan tenun Banten pada ornamennya yang sederhana,” tegasnya.

Permainan warna yang berani pada batik Banten seperti pada motif paku debus dan surosowan ini dipengaruhi keberadaan budaya Cina Benteng yang memang selalu menonjolkan warna-warna cerah. Sementara batik dan tenun Baduy yang memang agak susah mengubah warnanya, sebab hanya terdiri dari hitam dan biru saja dan tidak ada modifikasi. [view]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW Edisi Oktober 2009

Advertisements

Kaya Sentuhan Eksotisme Asia

foto by Fernandez
foto by Fernandez

Lebaran mempunyai makna yang suci, bersih dan fitrah. Ibarat manusia yang terlahir kembali, menyusun kembali hal-hal baru untuk lebih baik. Pun dengan Shafira, brand busana muslim di usianya yang ke-20, terus berkarya dengan hal-hal yang baru di industri fashion muslim. Dan saban musim lebaran tiba, lewat ‘Lebaran Bersama Shafira’, beragam inovasi baru dipersembahkan.

Dalam gelaran Lebaran Bersama Shafira kali ini, mengusung tema La Fleur de Shafira yang digelar awal Agustus di Jakarta. Shafira menyuguhkan 98 koleksi busana lebaran yang kaya sentuhan kemewahan serta eksotisme budaya Asia,  dirangkum dalam Exotic Asia. Sebuah perpaduan unsur etnik Indonesia dengan nuansa arsitokratis Thailand dan kemewahan warna-warni negeri India.

Koleksi terbagi dalam lima bagian, lebih minimalis dan praktis. Gaya rancangan dengan pilihan bahan dalam satu set pakaian ditata dinamis dengan permainan bahan berbeda. Hal ini terlihat pada komposisi blus tunik dengan pilihan celana dari berbagai alternatif karakter bahan, mulai katun sampai jins. Menjadikan koleksi tampak lebih muda dan segar.

Aplikasi hasil kerajian yang menjadi detil dekoratif yang kerap hadir dalam koleksi Shafira kali ini masih dipertahankan meski tak berlebihan. Sebut saja, manik kayu dan ornament manik berbentuk perhiasan menjadi daya tarik tersendiri. Sementara kerudung berlapis dan penuh hiasan dekoratif mulai dikesampingkan. Dan sebagai gantinya, bentuk ikatan yang ringkas dan sederhana serta diperkenalkannya kerudung rajut memberi nafas baru.[view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2009

Pixielary, Ekpresikan Gaya Rambutmu

foto by RHO
foto by RHO

Biasanya wanita lebih menyukai rambut panjang agar lebih terlihat feminim dan menarik. Padahal, meski tampil dengan rambut pendek, bisa juga tampil anggun.  Masih ingat gaya rambut para pesohor Hollywood, seperti Victoria Beckham, Halle Berry, Natalie Portman, Michelle Williams, Cameron Diaz hingga Twiggy –yang pada jamannya— pernah memotong pendek rambutnya. Kabarnya, potongan rambut pendek nyonya Beckham itu terinspirasi dari potongan rambut kreasi Garren dari Garren of New York yang dipopulerkan Linda Evangelista 1988 lalu dan jauh sebelumnya di tahun 1958 oleh Audrey Hepburn.

“Sangat jelas kami harus memotong rambutnya lebih pendek dan memberikan tampilan yang bisa mengikuti kecantikan, pribadi hebat dan tubuh indah dari nyonya Beckham,” tegas Garren, dari salon ternama bagi kalangan selebriti dunia Garren of New York.

Di dunia kecantikan, cutting (guntingan rambut) sangat berkaitan erat dengan bentuk wajah. Karakter helaian rambut juga karakter kepribadian seseorang. Karena itu, guntingan rambut yang tepat tak hanya terlihat stylish dan atraktif, tapi sesuai dengan bentuk wajah. Pun dengan colouring (pewarnaan rambut) yang tak sekadar berfungsi sebagai ‘fashion’ dalam penampilan seseorang, tapi juga membantu menyamarkan masalah rambut.

Kehadiran colouring akan membantu membuat potongan rambut terlihat lebih menonjol berkat tekstur rambut yang terlihat sempurna. Tak hanya itu, pewarnaan rambut –yang tepat— juga bisa membantu membuat kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Termasuk gaya potongan rambut pixie alias pendek.

Penata rambut ternama Rudy Hadisuwarno, baru-baru ini mencuatkan kembali gaya rambut pendek yang dirangkum dalam Pixielary sebagai koleksi tengah tahun 2009. Dengan memegang filosofi total look-nya, Rudy menghadirkan konsep guntingan rambut pendek terbaru, yang tak hanya serasi dengan gaya hidup masa kini, tapi juga siap menampilkan sisi feminin wanita dari sudut yang berbeda.

Koleksi Pixielary terdiri dari dua gaya rambut yakni Bold Pixie dan Playful Pixie. Menurut Rudy, gaya rambut Bold Pixie mampu menampilkan sisi feminin wanita yang berbeda. Gaya rambut ini memiliki karakter kuat, resolute, visioner, kontemporer dan androgini. Sementara gaya rambut Playful Pixie dapat menampilkan feminitas wanita yang lebih berani dan ‘bermain’. Gaya rambut berkarakter dinamis, modis, atraktif, fascinating ini menerapkan konsep guntingan terkesan acak (spike). Tertarik dengan gaya rambut pendek? Ekspresikan gaya rambutmu. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2009

Batik ala Spongebob SquarePants

bobatikBatik memang unik. Aneka ragam sentuhan pada batik kian menarik. Tak hanya orang dewasa, kalangan anak-anak pun kini mulai tertarik batik. Terlebih dengan apa yang dilakukan oleh Allure –label batik kontemporer dan ternama dalam fashion batik— yang memperkenalkan koleksi batik spesial bernama Bobatik.

Koleksi batik anak-anak berlabel Allure Kids ini, merupakan hasil kolaborasi desain unik SpongeBob SquarePants dengan warna, tekstur dan gaya klasik modern dari Allure batik. Lahirnya, Bobatik sendiri tak lain terinspirasi dari properti Nickelodeon yang kian tengah popular di negeri ini. Betapa tidak, SpongeBob SquarePants muncul sebagai ikon pop yang dapat dinikmati oleh semua umur dan telah melampaui trend. Desainer dunia ternama, seperti Marc Jacob dan Kimora Lee Simons pun adalah beberapa dari sekian banyak selebriti yang memanfaatkan daya tarik SpongeBob SquarePants.

“Tak heran bila, bertepatan dengan ulang tahun SpongeBob SquarePants ke sepeluh, Allure Batik berkolaborasi menghadirkan Bobatik, yakni batik bermotif SpongeBob SquarePants,” ujar Suherman Mihardja, Komisaris Allure Batik saat memperkenalkan lini koleksi barunya ini di Senayan City, beberapa waktu lalu.

Koleksi Bobatik yang diluncurkan awal musim panas ini terdiri dari koleksi pakaian sehari-hari dan aksesori untuk anak dan remaja. Dan tentunya, koleksi Bobatik ini masih kental dengan warna dan motif yang dimiliki Allure Kids. Hanya saja, patchwork motif dan corak abstrak khas SpongeBob SquarePants menjadi aksen tersendiri. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2009

Earthvolution, Adibusana Bernuansa Baru

foto by fernandez

foto by fernandez

Fashion sudah menjadi identitas gaya hidup masyarakat modern. Beragam ide-ide baru bermunculan, salah satunya fenomena global warming. Adalah ‘bumi’ yang tampil sebagai jiwa dari kreasi, disebut-sebut sebagai nouvelle couture alias gaya adi busana bernuansa baru.

Mel Ahyar –perancang busana yang meraih Coupe de Coeur dari perancang ternama dunia Emanuel Ungaro pada 2006 lalu— menyuguhkan koleksi terbarunya bertema Earthvolution. Sebuah rancangan yang menggunakan volume, struktur dan konstruksi baru pada pola, teknik dan gaya rancangannya. Gaya ini boleh dibilang baru, karena mengedepankan keindahan yang inspiratif bagi dunia mode dan ciri khas tersendiri.

Lewat Earthvolution, 35 rancangan eksklusif dibagi empat babak plus sebuah gaun penutup. Dimana setiap sekuennya menggambarkan perubahan bentuk kehidupan yang juga direfleksikan lewat metamorfosa volume pakaian dari masa ke masa. Ice Era atau jaman es menjadi bagian dari Earthvolution yang menampilkan pakaian bervolume gaya zaman Barok, beralih ke rancangan longgar tahun 20-an sampai siluet pakaian masa sekarang. Didominasi warna-warna bening es, koleksi mengalir ke rancangan serba putih di atas bahan polos dengan detil bunga kain, yang mengalami distorsi bentuk. Sekuen berikutnya Earth Begins, kumpulan rancangan gaun pendek bervolume dan berstruktur tegas. Bermain detil lipit, lipat dan draperi dalam beragam bentuk, vertikal sampai horizontal.

Babak ketiga menampilkan koleksi Twister, layaknya sebuah bencana yang tengah melanda, koleksi ini hadir dengan pola tak seperti biasanya. Dalam rancangan yang memancarkan warna bergradasi dari coklat hingga hitam ini, gaun dirancang diskonstruktif dengan bahan linen kasar seperti karung. Terdapat detil lipit-lipit dan draperi yang menjadi daya tarik koleksi berpola tak lazim ini. Sekuen keempat hadir dengan rancangan ala Mutant, dimana bumi bertransformasi mencari keindahan baru. Koleksi gaun bustier yang dideformasi menjadi bentuk baru menjadi keunggulan babak terakhir ini. Desainer kelahiran Palembang, 22 Februari 1981 ini, menghadirkan gaun dengan bentuk pinggul yang digeser ke depan atau menyamping. Ada juga gaun, dari depan seolah tampak dari belakang sampai rancangan bustier yang menghadap samping.

Sebagai pamungkasnya, ditampilkan Fallen Angel, gaun pendek warna putih bervolume seperti gaya pakaian yang membuka peragaan. Gaun ini merefleksikan sebuah siklus kehidupan, sekaligus menggambarkan simbol harapan yang datang dari sang dewi penyelamat bumi. “Ketika bumi lahir, alam memberikan keindahannya. Di saat manusia hadir, alam lalu dirusaknya. Pada waktu kita peduli, bumi kembali menampakkan kecantikannya,” kata Imelda Ahyar, sang perancang sekaligus pemilik label Mel Ahyar Couture. [view]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW Edisi Juni 2009

Top Stylist, Reality Show Ala Hairdresser

Ajang pencarian bakat yang dikemas dalam program reality show terus menghiasi layar kaca. Acara yang makin diminati ini, menjadi pesaing tayangan-tayangan sinetron. Dan, mulai Juni nanti, sebuah reality show bertajuk Top Stylist bakal hadir menyapa pemirsa, terutama para penganut tren rambut masa kini.

Reality show Top Stylist –yang merupakan ajang pencarian bakat di bidang penataan rambut— terbilang baru ini, mengadopsi tayangan berformat sejenis yang tayang di Amerika Serikat, Project Runway. Sebanyak 12  finalis akan berkompetisi sebagai stylist dengan tantangan yang berbeda dalam setiap episodenya.

Dalam Top Stylist dengan jargon Cut or to be cut ini, akan menghadirkan Gunawan Hadisuwarno sebagai mentor bagi finalis yang akan membantu sekaligus memberikan masukan bagi para finalis. Sementara tim juri, dikomandoi pakar rambut nasional, Rudi Hadisuwarno, pakar penata rambut, pemerhati kecantikan dan gaya hidup.

“Yang kami cari, adalah seorang penata rambut yang mampu menghadapi tantangan serta menghadirkan ide-ide cerdas dan kreatif untuk sebuah penataan rambut yang total look, siap pakai dan tentu saja mengikuti tren,” ujar Rudi Hadisuwarno pemilik jaringan salon Rudy Hadisuwarno, juri yang akan bertugas memberikan penilaian pada guntingan dan kreasi rambut.

Menurut penyelenggaranya, acara akan ditayangkan di stasiun televisi ANTV berdurasi satu jam setiap episodenya. Top Stylist yang akan menampilkan duabelas finalis hasil audisi dari sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya ini direncanakan tampil sebanyak delapan episode, ditambah satu grand final yang tayang live. Audisinya, yang menguji kemampuan menggunting rambut di atas manekin, telah berlangsung sejak Februari lalu dan diikuti sekitar 375 orang.

Acara yang disponsori pabrikan kosmetik asal Amerika Serikat, Matrix, tak ubahnya dengan reality show lainnya. Keduabelas finalis akan menjalani karantina di fX Style Residence, selama proses produksi berlangsung. Seperti reality show lainnya, pemirsa televisi bisa berpartisipasi lewat pesan pendek telepon genggam (SMS), meskipun penilaian juri lebih berpengaruh dibanding perolehan SMS.

Tak tanggung-tanggung, hadiah yang bakal diperebutkan adalah satu unit usaha salon lengkap dan jalan-jalan mengunjungi Matrix Global Academy di Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat. Selama sepekan di akademi profesional rambut berskala internasional itu, sang jawara Top Stylist akan belajar dengan pakar penataan rambut internasional. Tak hanya itu, gelaran peragaan koleksi musim panas 2010 yang digelar di New York, juga akan menjadi agenda kunjungan bagi sang pemenang Top Stylist 2009. [VIEW]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Mei 2009

Gaun Pengantin Laser Cutting

chennyhanGaun, tak hanya terbuat dari beragam keindahan jenis kain dan kristal semata, melainkan suatu bentuk pengabdian bagi kebahagiaan seseorang. Itu sebabnya setiap gaun diwujudkan tak hanya lewat keahlian semata, melainkan dari lubuk hati sanubari. Terlebih gaun pengantin, sebuah busana yang selalu akan dikenang seumur hidup oleh penggunanya. Membuat gaun pengantin dengan detil-detil yang menawan, menjadi prioritas utama para desainer. Salah satunya Chenny Han yang mengaplikasikan lewat teknik laser cutting.

Tak sekadar indah, cantik dan anggun. Tapi hasil akhirnya pun begitu rapi, presisi dan tak terbatas. Itulah gambaran gaun pengantin bergaya unfinished yang memakai teknologi laser-cutting. Dengan teknik ini, Chenny Han, mampu menghasilkan berbagai ornamen dari kain yang dipotong secara sangat rapi sehingga tidak ada lagi bulu-bulu halus di sekeliling ujung kain.

Sebanyak duabelas gaun putih cantik, anggun dan eksklusif dengan teknik inovatif itu dihadirkan Chenny Han dalam peragaan busana bertajuk Laser Me Beautiful, di Jakarta beberapa waktu lalu. Pembuatan detil hiasan yang rumit, namun indah itu sebelumnya pernah dilakukan Chenny dengan bantuan kristal-kristal mahal dari Eropa, benang emas maupun media selain kain. Sebut saja koleksi gaun pengantin berlampu, gaun pengantin dari kertas, gaun pengantin batik white on white hingga gaun pengantin tiga dimensi.

Pada koleksi terbarunya ini, Chenny Han menampilkan beberapa ornamen penghias yang eksklusif sebagai pencipta keindahan busana. Diantaranya adalah ratusan bunga sutera, surai-surai yang rapi, seperti barisan mie raksasa, kotak-kotak kecil seolah kain berjendela hingga barisan komet berekor ukuran mini yang begitu artistik. “Teknik potong laser menghasilkan ornamen-ornamen yang jauh lebih rapih, mengurangi pemborosan kain serta memiliki akurasi ukuran yang sangat presisi dan konsisten. Dimana, hal ini sangat mustahil dilakukan bila menggunakan cara manual,” ujar pemilik rumah mode Chenny Han fashion and Bridal. [view]

tulisan ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW edisi April 2009