Choky Sitohang

Siapa tak kenal dengan pria yang satu ini. Sosoknya yang energik, ramah dan rendah hati, membuat kehadirannya selalu dinanti para penggemarnya. Kini, namanya pun kian melambung di panggung hiburan. Ia disebut-sebut sebagai presenter yang multitalenta.

Dialah, Binsar Choky Victory Sitohang (27), yang lebih dikenal dengan Choky Sitohang. Pria ganteng ini, saban hari membawakan acara di program musik yang tengah digandrungi pemirsa TV. Salah satunya adalah Happy Song yang tayang live setiap hari di Indosiar. Tak hanya itu, penampilannya yang apik di salah satu program ‘biro jodoh’ Take Me Out dan Take Him Out, yang tayang di stasiun televisi yang sama, juga sangat diminati. Tak heran, bila kesibukan pria kelahiran Bandung, 10 Juli 1982 ini sangatlah padat.

Namun, meski sibuk sebagai model, presenter dan pengajar di salah satu lembaga pendidikan bahasa Inggris ternama, Choky tetap tampil energik. Julukan sebagai sosok pekerja keras dan pantang menyerah pun tak lepas dari Choky. Walau namanya kini masuk dalam jajaran presenter papan atas, ia tak ingin berpuas diri. Maklum, sebelumnya ia pernah menjajal profesi sebagai penyiar radio, reporter teve dan presenter.

Dan dalam perjalanan karirnya, ia juga mengalami ‘jatuh bangun’. Ia mengaku pernah ditolak dan tak diberi kesempatan dalam pekerjaan yang kini digelutinya. “ Selama merintis karier ini, banyak suka duka yang saya alami. Pengalaman pahit dari tingkat senioritas pun tak jarang saya alami,” kenangnya. Namun, beragam masalah yang dihadapinya selalu dijadikan pembelajaran diri agar menjadi seorang yang kuat. “Semua masalah, pasti ada solusinya,” ujar pria yang gemar bermain basket ini.

Diakui Choky, bahwa hal yang membuatnya bertahan hingga saat ini adalah integritas dan kerendahan hati. Kedua hal tersebut, menurutnya harus dimiliki setiap orang yang ingin meraih sukses, termasuk dirinya. Disamping itu, kesuksesan yang diraihnya tak terlepas dari adanya penyertaan Tuhan. Betapa tidak, untuk bisa tampil seperti saat ini, ia harus menunggu selama delapan tahun dengan terus bekerja keras. Dengan kesuksesan yang kini di genggamnya, ia tengah berencana mewujudkan impiannya untuk mengembangkan sebuah kantor manajemen di dunia entertainment.

Selain itu, ia juga bermimpi membangun sekolah broadcasting untuk menghadirkan presenter-presenter muda yang berbakat. Kini, Choky tengah merancang sebuah program acara televisi berupa talkshow yang mengangkat realita kehidupan seseorang. Dan tentunya, ia pun tetap ingin mewujudkan cita-cita kecilnya menjadi seorang penyanyi. Katanya, sejak remaja, putra sulung dari pasangan Poltak Sitohang dan Diana Napitupulu ini bermimpi bisa menjadi penyanyi setenar Bob Tutupoli atau Koes Hendratmo.

Lalu, apa saja kesenangan pribadi yang bisa dilakukannya disela-sela kesibukannya? “Saya tetap rajin berolahraga. Karena rutin dijalani, tubuh saya jadi seperti ini. Saya pun lebih lincah, sehat dan selalu berfikir positif. Dan yang pasti, saya makin rajin bercermin,” ucapnya terbahak, memamerkan giginya yang putih bersih. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW Edisi Nopember 2009

Advertisements

Bincang-bincang Bersama Indra Bekti

Wajahnya kali pertama muncul di layar kaca sebagai pemandu acara Tralala Trilili bareng Agnes Monica. Lewat penampilannya yang kocak dan segar akhirnya mendatangkan berbagai tawaran memandu acara hingga penyiar radio.

Kini, wajahnya makin sering tampil sebagai bintang iklan. Belum lagi beberapa mata acara yang dipandunya, saban hari menyapa pemirsa. Bahkan, paling tidak ada lima film layar lebar pernah dibintanginya. Wajar, bila saat ini dia berlimpahan materi.

Meski begitu, ia menyimpan banyak mimpi, salah satunya membuat album. Dan mimpi itu akhirnya tercapai, meski hanya album kompilasi. Indra Bekti merasa bangga. Pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1977 yang pernah bergabung dalam grup vokal FBI ini, bisa tampil sebagai penyanyi solo.

Lewat album bertajuk Goal! 2008 ini –yang dirilis bersamaan dengan perhelatan akbar Euro 2008 yang lalu— Indra membawakan lagu berjudul Goal ciptaan Ramadhan. Berikut perbincangan Indra bersama VIEW, di sela-sela peluncuran albumnya beberapa waktu lalu di Jakarta.

VIEW: Apa komentar Anda tentang album ini?

INDRA: Inilah cita-cita saya dari dulu yang ingin jadi penyanyi solo. Bahkan untuk mewujudkannya itu, saya ikut belajar olah vokal di bina vokalia. Lalu pernah pula membentuk grup vokal bernama FBI, meski akhirnya bubar. Dan akhirnya tahun ini, akhirnya mimpi itu dikabulkan oleh Tuhan.

VIEW: Lantas apa arti dari album ini?

INDRA: Inilah awal kembalinya seorang Indra Bekti di industri musik. Dan lewat album inilah saya buktikan bahwa saya bisa, meski dengan nada dan koreografi yang tidak mudah.

VIEW: Sudah lama tidak bernyanyi, apa tidak menjadi beban?

INDRA: Pada awalnya memang sedikit kaget. Karena ini sebuah kepercayaan, maka bagi saya ngapain harus jadi beban. Sebelumnya, saya menawarkan diri kepada beberapa label termasuk Sony-BMG. Entah kenapa akhirnya Sony menghubungi saya dan menawarkan proyek ini.

VIEW: Sebelumnya apa yang Anda lakukan untuk mewujudkan mimpi itu?

INDRA: Saya membuat demo lagu. Hasilnya, label menilai lagu-lagu saya terlalu berat. Uang pun habis, ya sudah… saya pasrah. Tapi ternyata saya dihubungi Sony-BMG untuk ikut proyek ini, tapi bukan lagu-lagu yang saya tawarkan sebelumnya.

VIEW: Karakter suara Anda dengan lagu yang Anda bawakan jauh berbeda, bagaimana Anda menyiasatinya?

INDRA: Jujur, saya pribadi sebagai penyanyi harus bisa menyesuaikan diri dengan pasar. Saya yang pop, tapi ternyata harus membawakan lagu rock yang energik. Disinilah saya merasa tertantang. Dan ternyata rock itu asyik lho.

VIEW: Ada yang bilang Anda aji mumpung, komentar Anda?

INDRA: Apapun resikonya, saya terima. Orang mau ngomong apa, terserah. Tentu saja, masyarakat awam yang belum tahu FBI, akan menilai seperti itu. Siapa tuh Indra? Presenter kok mau nyanyi.

VIEW: Kalau boleh tahu, berapa honor untuk nyanyi?

INDRA: Untuk tampil nyanyi, jujur dari managemen belum ada honor yang pasti.

VIEW: Ada rencana membuat album solo?

INDRA: Untuk sementara ini album solo belum, tapi saat ini lebih banyak mengumpulkan lagu-lagu dulu.

VIEW: Ke depan apa rencana apa lagi yang akan Anda lakukan?

INDRA: Saya terus mencoba untuk jadi aktor, penyanyi dan tetap ngemsi. [view]

Artikel ini dimuat di majalah VIEW edisi Agustus 2008

Presenter Muda Kian Laris

Profesi presenter kian menjanjikan. Merebaknya tayangan infotainment dan berbagai program talk show di televisi menjadikan profesi ini makin diminati banyak kalangan termasuk selebriti. Tak heran jika wajah-wajah presenter muda makin seringkali tampil di layar kaca dengan honor yang kabarnya cukup fantastik, mencapai Rp 10 – Rp 25 juta per episode.

Di tengah persaingan cukup ketat di dunia hiburan, profesi yang tak hanya mengandalkan kepandaian cuap-cuap ini kini ‘dikuasai’ beberapa nama anak-anak muda seperti Indra Bekti, Irfan Hakim, Nirina Zubir dan Okky Lukman. Keempat presenter muda yang seringkali tampil di berbagai program acara televisi ini disebut-sebut sebagai presenter paling laris.

Indra Bekti, cowok keren yang hampir setiap hari tampil di acara Ceriwis tayangkan Trans TV, mengaku senang sekali jika dirinya disebut-sebut sebagai salah satu presenter paling laris. Pendapat banyak orang itu dianggap sebagai semangat kerja untuk selalu memberikan penampilan terbaiknya sebagai pembawa acara.

Putra pasangan Aruji Priyanto dan Alm. Syaprida ini mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi presenter. Tanpa ada yang tahu, Indra seringkali meniru gaya presenter berita televisi di depan cermin. “Saat itu aku sudah berkhayal berdiri di depan banyak orang dan disorot kamera televisi,”kenang lelaki kelahiran Jakarta 28 Desember 1977 ini.

Menginjak remaja, Indra diminta menjadi pengisi suara untuk film kartun Candy-Candy. Dengan bayaran hanya 30 ribu sekali tampil, Indra sudah merasa bangga. “Impian lama yang akhirnya terwujud. Sejak itu, aku termotivasi untuk terus belajar menjadi presenter. Senang sekali merasakan nikmatnya hasil keringatku sendiri,”papar mantan Abang Jakarta Timur 1997.

Sukses sebagai pengisi suara, Indra menjadi penyiar radio. Perlahan tapi pasti, ia lalu mencoba keberuntungan dengan ikut casting sebagai presenter televisi. Awal karirnya di dunia braodcasting, yaitu sebagai presenter acara anak-anak Tralala Trilili (RCTI) bareng Agnes Monica. “Alhamdulillah kerja kerasku selama ini dapat dinikmati oleh semua orang-orang yang kucintai,”kata Indra, yang kabarnya berhonor di atas Rp 25 juta sekali manggung.

Wajah Indra yang seringkali tampil di berbagai panggung hiburan tentu saja makin menambah pundi-pundinya. “Dengan menjadi presenter dan MC, aku bisa membeli mobil dan apartemen. Dan yang pasti, semua ini aku dapatkan dengan kerja keras,” ungkapnya.

Sama halnya dengan Indra, Irfan Hakim juga tergolong presenter cowok yang laris manis. Wajahnya yang ganteng hampir setiap Sabtu malam dapat disaksikan pemirsa televisi dalam Dangdut KDI yang ditayangkan TPI.

Irfan yang selalu tampil kocak ini, mengakui meniti karir sebagai presenter bukan hal mudah. Maklum, kedua orang tuanya tak merestui. “Aku sampai minta ongkos sama kakakku dan pinjam baju teman saat ikut casting. Yang bikin tambah sedih, semua ini aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi,” kenang salah satu presenter infotainment Insert ini.

Beruntung kerja keras Irfan berbuah manis. Sekitar tiga tahun lalu, wajahnya makin sering tampil di layar kaca. Saking seringnya, ia disebut-sebut sebagai salah seorang presenter muda dengan honor lumayan tinggi berkisar Rp 20 – Rp 25 juta. Dan, dari julukan sebagai ‘anak kost’, kini Irfan sudah memiliki sebuah rumah megah di kawasan hunian elit di Lippo Cikarang, Bekasi.

Menurut Irfan, dari hasil jerih payahnya sebagai presenter ia mampu mengantarkan orangtua dan kakak-kakaknya beribadah haji. “Ada satu hal yang takkan aku lupakan saat beribadah haji, yakni mendapat ridho dari orang tua untuk menjadi presenter karena membuat mereka bangga dan bahagia,”kata pria yang hobby memelihara ular ini.

Kesibukan Irfan kini makin padat. Tak hanya sebagai presenter tapi juga bintang sinetron. Selain sebagai presenter Dangdut KDI, tukang ngocol ini pun tampil bergantian dengan Okky Lukman dalam acara Bikin Onar di Trans7.

Nama presenter bertubuh mungil Nirina Zubir kian populer saja. Maklum, mantan VJ MTV Indonesia ini tak hanya berkarir sebagai presenter, tapi dunia akting pun dijajalnya. Debut karirnya di layar lebar berawal dari film 30 Hari Mencari Cinta, tapi wanita ceriwis yang akrab disapa Na’ ini lebih dulu dikenal sebagai presenter.

Dunia presenter dan seni peran yang kini dilakoni dara kelahiran Madagaskar, 12 Maret 1980 ini makin melambungkan namanya. Sukses berperan sebagai Gwen di film itu, Nirina bermain di film horor Miror, menyusul Heart dan Belahan Jiwa.

Diakui Na’ bakatnya sebagai presenter adalah talenta terpendam dalam dirinya yang tak bisa dibiarkan begitu saja. “Mungkin karena sifatku yang memang cerewet, jadi tinggal diasah sedikit udah langsung jadi. Buktinya aku bisa menjadi Video Jockey dan presenter sekaligus di dalam dan luar negeri,”ungkap Na’ yang baru saja mendapat tawaran salah satu program olahraga di luar negeri.

Kabarnya, saluran televisi musik berlangganan Channel V pun pernah menawarinya menjadi presenter dengan iming-iming honor menggiurkan. Kanal ini menawarkan peran dalam salah satu programnya. “Ya, mirip sinetron gitu deh,” kata presenter yang menjadi ‘langganan’ program acara musik ini.

Karir Na’ sebagai presenter dan bintang film tak hanya membuahkan sederet penghargaan, tapi juga limpahan materi. Konsekwensinya, kedua profesi ini harus dijalaninya dengan sepenuh hati. “Jadi presenter dan bintang film sama asyiknya,” kata Na’, yang kabarnya berhonor sekitar Rp 20 – Rp 25 juta sekali tampil di panggung.

Siapa tak kenal Okky Lukman, sosok presenter cewek yang sangat kocak? Mantan personil Lenong Bocah ini adalah salah satu presenter yang disebut-sebut makin tajir saja. Bayangkan saja, dalam seminggu ia bisa tampil lima hingga tujuh acara panggung dan hiburan di televisi. Kabarnya, honor Okky sebagai presenter baru terbilang cukup fantastik, berkisar Rp 10 – Rp 15 juta sekali manggung.

Dengan bentuk tubuh yang lumayan gede, Okky tetap tampil penuh percaya diri. “Kenapa harus menjadi penghalang untuk bisa tampil meyakinkan sebagai presenter? Tubuh ‘subur’ ini malah menjadi kelebihanku,” kata Okky, yang menjadi pelakon di dunia hiburan sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Cewek kelahiran Jakarta, 25 Agustus 1984 ini mengawali karirnya sebagai satu personil andalan Lenong Bocah. Namun kini pemandu tetap acara Funtastic bersama personil lawak Cagur itu terus berkibar. Tak hanya sebagai pembawa acara dalam reality show Bikin Onar (Trans7) atau PT Ngakak (Antv), Okky pun sering tampil dalam berbagai panggung hiburan. “Pokoknya, hasil dari profesi sebagai presenter lumayan besar. Apa aja investasiku nggak usah disebutin ajalah. Nggak enak buka-buka rahasia,” kata Okky yang menempati rumah idamannya, lengkap dengan kolam renang di kawasan Jakarta Selatan.

Saking sibuknya di dunia presenter yang membesarkan namanya, Okky hampir lupa menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswi. “Ya, apa boleh buat. Selain sibuk jadi MC, aku juga lagi menyelesaikan skripsi biar lekas jadi sarjana,” ucapnya serius.

Bagi Okky, pendidikan adalah segalanya. Tak heran jika sebagian besar rupiah demi rupiah yang dikumpulkan dari profesinya di panggung hiburan, ditabung untuk keperluan pendidikan.“Sangat penting bahwa materi yang aku kumpulkan menjadi penunjang pendidikanku. Karena itu, aku akan terus memberi yang terbaik setiap kali tampil sebagai presenter,” tandasnya. [view]

Artikel ini ditulis pada Juli 2007 lalu dan dimuat di majalah VIEW edisi Juli 2007