Posted by: izoruhai on: October 14, 2009

Semburat pesona artis cantik sekaligus model, Annisa Trihapsari (33) masih terpancar dari wajahnya yang ayu. Terlebih setelah ia memutuskan untuk selalu tampil mengenakan jilbab. Seakan inilah ‘sosok baru’ seorang yang sebelumnya muncul di panggung hiburan dengan nama Annisa Tribanowati.
Siang itu, istri dari Sultan Djorgi ini tak hanya tampak anggun saat melenggak-lenggok di atas catwalk. Pun ketika acara usai, Annisa yang masih mengenakan busana kebaya dengan bawahan batik khas Banten. Kerudung penutup kepala yang dikenakan pun tampil senada dengan busana kebaya yang membalut tubuhnya.
Memang, menurut perempuan kelahiran Jakarta, 24 Mei 1976 ini, sejak menikah dengan Sultan Djorgi ia berniat menutup tubuhnya. Keinginan itu semakin kuat setelah ia melahirkan anak pertamanya dengan Sultan yang diberi nama Aqueeni Aziz Djorghi, pada pertengahan April setahun silam. Tak heran bila, kini Annisa selalu tampil dengan busana lebih santun. Terlebih kecintaannya pada kain tradisional batik yang kini kerap ia kenakan di berbagai kesempatan.
Boleh jadi, kebanggaan bintang sinetron Love in Bombay terhadap batik kian bertambah. Pasalnya, kini koleksi kain tradisional jenis batik yang dimilikinya kian banyak dengan diperkenalkannya batik Banten. Hal ini diungkapkan Annisa dalam perbicangannya dengan VIEW, usai menjadi bintang tamu dalam peragaan busana bertajuk Kharisma Batik dan Tenun Banten hasil rancangan Riny Suwardy dalam pagelaran Parade Budaya Banten 2009 beberapa waktu lalu. Berikut perbincangan dengan Annisa seputar kecintaannya pada kain batik.
VIEW: Batik di mata Anda itu seperti apa sih?
ANNISA: Batik itu unik, tradisional dan tak kalah elegannya dengan jenis kain lainnya. Apalagi jika kain batik itu dimodifikasi sedemikian rupa, kesan unik dan tradisionalnya itu tak pernah lekang dimakan waktu. Dan inilah yang bikin saya bangga dan makin cinta sama kain tradisional ini.
VIEW: Sejak kapan Anda menyukai batik?
ANNISA: Wah, sejak kecil saya sudah suka dengan batik. Terlebih saya kan dibesarkan di keluarga dengan kultur Jawa yang tentunya sudah identik dengan batik.
VIEW: Biasanya dalam momen apa Anda mengenakan busana batik?
ANNISA: Dalam segala momen kadang saya mengenakan batik. Bahkan akhir-akhir ini kalau jalan-jalan ke mal pun saya pun tak sungkan-sungkan untuk mengenakan batik kok, apalagi kalau acara keluarga. Terlebih kini batik lagi ngetren, dimana-mana orang pakai batik.
VIEW: Lantas, selama ini sudah berapa banyak koleksi batik yang dimiliki?
ANNISA: Sudah tak terhitung lagi deh, karena biasanya saya lebih sering mengenakan busana batik di setiap kesempatan. Dan hari ini tentunya koleksi saya bertambah lagi yakni batik Banten.
VIEW: Dari sekian banyak koleksi batik Anda, yang paling disukai koleksi batik apa?
ANNISA: Batik Cirebon. Selain motif dan warnanya yang cerah, kebetulan ada saudara yang memproduksi jenis batik Cirebon. Sehingga keluarga pun sering disuplai dari sana.
VIEW: Selain batik, jenis kain apa lagi yang Anda sukai?
ANNISA: Memang saya juga suka dengan kain-kain tradisional negeri ini yang kaya akan budaya, seperti songket atau kain tenunan lainnya. Tapi dari sekian koleksi yang saya miliki, paling banyak ya batik.
VIEW: Koleksi batik terakhir yang Anda miliki?
ANNISA: Hmm lagi-lagi batik Cirebon. Dan tentunya batik Banten yang baru saja saya kenal dalam kesempatan ini. [view]
Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2009
Posted by: izoruhai on: October 14, 2009
Tampil menarik merupakan idaman setiap orang. tak melulu kaum wanita, kalangan pria pun mengidamkan bentuk tubuh yang sempurna. Berbagai upaya pun dilakukan, salah satunya dengan bedah kosmetik.
Bedah kosmetik atau lebih dikenal dengan operasi plastik di Indonesia kian diminati masyarakat. Tak hanya didominasi kalangan selebriti, masyarakat awam pun seakan tergiur. Dan sepertinya, bedah plastik kini menjadi bagian dari gaya hidup kalangan metropolitan. Tak sekadar untuk memperbaiki penampilan, tapi juga untuk menambah rasa percaya diri. Tentunya hal ini terjadi seiring dengan pergeseran gaya hidup dan bergantinya persepsi akan kecantikan.
Saat ini, bedah estetik dan teknologi advance beauty, semisal laser, botox, kian popular dan digandrungi. Teknologi tersebut lazim dibicarakan di media massa maupun dalam aktivitas sehari-hari. Tak pelak, klinik yang melayani operasi kecantikan bertebaran di mana-mana. Masyarakat pun tak lagi sungkan-sungkan untuk ‘mempermak’ bagian tubuh yang dirasa tak sempurna. Bahkan operasi plastik ini tak melulu monopoli kaum hawa, tapi para pria pun banyak yang menjalaninya, sebagai solusi memperbaiki penampilan ragawi. Padahal, dulu sekira dua puluh tahun lalu, masyarakat Indonesia menganggapnya sesuatu yang ‘tabu’ untuk dilakukan.
Kecantikan merupakan sesuatu yang bersifat subyektif dan standarnya berbeda dari zaman, ras maupun budaya. Dan kecantikan seseorang mempengaruhi kecantikan luar maupun inner beauty. “Kecantikan luar yang ditunjang dengan inner beauty memberikan kualitas hidup yang baik,” tegas dokter spesialis bedah plastik dan rekontruksi spesialis bedah craniomaxillofacial, dr Enrina Diah, SpBP dalam peluncuran bukunya Ultimate Beauty: Menjadi Pribadi Menakjubkan dengan Cosmetic Surgery di Jakarta beberapa waktu lalu.
Studi yang dilakukan di Universitas California, 2007 lalu, menunjukkan, seseorang dengan penampilan menarik di tempat kerja, dan memiliki kepribadian yang atraktif, akan lebih mendapat perlakuan spesial dan penghormatan lebih dari lainnya. Tak heran bila ia memiliki otoritas yang berbeda, mendapatkan gaji yang lebih tinggi, mudah mencari pasangan hidup dan teman serta beberapa kemudahaan lainnya. “Dengan kata lain, jika berhasil tampil sempurna, kita akan memperoleh keuntungan yang lebih, menjalani hidup sepenuh keyakinan, harga diri meningkat, lebih sehat, lebih dapat menikmati hidup dan menyenangkan semua orang yang berada di sekitar kita,” tandasnya.
Namun demikian, tak semua orang mendapat anugerah wajah yang cantik maupun bentuk fisik sempurna. Karenanya, bedah plastik dapat menjadi solusi untuk menyempurnakan atau memperbaiki bentuk wajah, hidung, mata, bibir, serta tubuh yang proporsional. Semisal payudara yang kecil, dapat diperbesar dengan tindakan breast augmentation. Sebaliknya, payudara yang terlalu besar juga dapat diperkecil bentuknya dengan operasi breast reduction. Dan jika klien memiliki keinginan yang jelas dan harapan yang realistis, bedah estetik dapat membantu memperbaiki dan menyempurnakan penampilannya, sehingga inner beauty seseorang akan lebih terpancar ke luar.
Dari sekian jenis tindakan itu, operasi mata menempati posisi teratas setelah jenis bedah kecantikan lainnya seperti memperbaiki alis, facelift, dan operasi membuat kelopak mata bagi klien yang tak punya kelopak mata. Pasalnya, berdasarkan data di lapangan bahwa dari sepuluh klien rata-rata lima hingga enam meminta operasi mata. Sisanya memilih operasi hidung, payudara, merapikan perut hingga sedot lemak.
Meski begitu, masih banyak ditemukan, klien melakukan perawatan dengan prosedur salah, seperti suntik silikon di salon yang tidak layak. Banyak contoh kasus dari operasi plastik yang salah prosedur. Menjadi cantik pun seakan bagai api jauh dari panggang. Tak heran bila pakar bedah kosmetik dari The Center for Aesthetic Dermatology, Dr Jeffrey Sklar menekankan pentingnya komunikasi antara dokter dan pasien untuk memahami alasan dari pasien untuk melakukan bedah plastik kosmetik. [view]
Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2009
Posted by: izoruhai on: October 14, 2009

Biasanya wanita lebih menyukai rambut panjang agar lebih terlihat feminim dan menarik. Padahal, meski tampil dengan rambut pendek, bisa juga tampil anggun. Masih ingat gaya rambut para pesohor Hollywood, seperti Victoria Beckham, Halle Berry, Natalie Portman, Michelle Williams, Cameron Diaz hingga Twiggy –yang pada jamannya— pernah memotong pendek rambutnya. Kabarnya, potongan rambut pendek nyonya Beckham itu terinspirasi dari potongan rambut kreasi Garren dari Garren of New York yang dipopulerkan Linda Evangelista 1988 lalu dan jauh sebelumnya di tahun 1958 oleh Audrey Hepburn.
“Sangat jelas kami harus memotong rambutnya lebih pendek dan memberikan tampilan yang bisa mengikuti kecantikan, pribadi hebat dan tubuh indah dari nyonya Beckham,” tegas Garren, dari salon ternama bagi kalangan selebriti dunia Garren of New York.
Di dunia kecantikan, cutting (guntingan rambut) sangat berkaitan erat dengan bentuk wajah. Karakter helaian rambut juga karakter kepribadian seseorang. Karena itu, guntingan rambut yang tepat tak hanya terlihat stylish dan atraktif, tapi sesuai dengan bentuk wajah. Pun dengan colouring (pewarnaan rambut) yang tak sekadar berfungsi sebagai ‘fashion’ dalam penampilan seseorang, tapi juga membantu menyamarkan masalah rambut.
Kehadiran colouring akan membantu membuat potongan rambut terlihat lebih menonjol berkat tekstur rambut yang terlihat sempurna. Tak hanya itu, pewarnaan rambut –yang tepat— juga bisa membantu membuat kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Termasuk gaya potongan rambut pixie alias pendek.
Penata rambut ternama Rudy Hadisuwarno, baru-baru ini mencuatkan kembali gaya rambut pendek yang dirangkum dalam Pixielary sebagai koleksi tengah tahun 2009. Dengan memegang filosofi total look-nya, Rudy menghadirkan konsep guntingan rambut pendek terbaru, yang tak hanya serasi dengan gaya hidup masa kini, tapi juga siap menampilkan sisi feminin wanita dari sudut yang berbeda.
Koleksi Pixielary terdiri dari dua gaya rambut yakni Bold Pixie dan Playful Pixie. Menurut Rudy, gaya rambut Bold Pixie mampu menampilkan sisi feminin wanita yang berbeda. Gaya rambut ini memiliki karakter kuat, resolute, visioner, kontemporer dan androgini. Sementara gaya rambut Playful Pixie dapat menampilkan feminitas wanita yang lebih berani dan ‘bermain’. Gaya rambut berkarakter dinamis, modis, atraktif, fascinating ini menerapkan konsep guntingan terkesan acak (spike). Tertarik dengan gaya rambut pendek? Ekspresikan gaya rambutmu. [view]
Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2009
Komentar