Zaid Elhabib : Berjuang Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Zaid Elhabib tergelitik memasuki dunia politik melihat kondisi Indonesia karut marut. Pemahamannya kian dalam setelah kerap berdiskusi dengan seorang rekannya yang sudah lebih dulu terjun ke dunia politik. Ketika rekannya meminta bantuan membentuk kepengurusan sebuah partai politik, Zaid menganggukkan kepala.

zaidSejak saat itu pula ia mengikuti jejak temannya terjun ke dalam politik praktis. Dia bergabung di kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Tangerang sebagai salah satu pengurusnya. Di sini mantan aktivis kampus dan ormas pemuda ini ditempatkan di kursi salah satu pengurus.

Lahir dan besar di Jakarta, Zaid memahami betul kehidupan sosial dan politik masyarakat di ibukota. Ketimpangan sudah menjadi pemandangan yang lazim. Itu sangat mungkin sama lasimnya dengan kesemrawutan pembangunan di negeri ini.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, pria kelahiran Jakarta, 12 Oktober 1969 ini pun maju sebagai calon legislatif (caleg) untuk DPRD Kabupaten Tangerang dari daerah pemilihan (dapil) 5 yang meliputi Serpong Utara, Serpong Induk, Setu, Pagedangan, Cisauk dan Pondok Aren. Sebagai pemula sekaligus di partai yang baru ikut pemilu, tentu ini bukan tugas yang mudah. Sembilan bulan lamanya, ia pun harus rela keluar masuk kampung pulang malam untuk mengenalkan diri dan mensosialisasikan partai berlambang kepala burung garuda itu. Terlebih waktu itu ia masih tercatat sebagai karyawan sebuah perusahaan properti di Jakarta. Akhirnya, jerih payah serta perjuangannya membuahkan hasil, ia pun melenggang ke kursi parlemen Kabupaten Tangerang bersama tiga rekannya.

Tahun 2010, Kota Tangerang Selatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang terbentuk. Maka sejak saat itu, Zaid bersama seorang rekannya yang berdomisili di dapil yang masuk wilayah Tangerang Selatan, dipindah untuk mengisi dua kursi di DPRD Tangerang Selatan. Seiring dengan itu, dibentuk pula kepengurusan DPC Partai Gerindra Tangerang Selatan dan Zaid pun ditunjuk sebagai ketuanya. “Amanat ini harus saya emban dengan penuh tanggungjawab, meski sangat berat dan tidak mudah demi terwujudnya perubahan di negeri yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, meski termasuk kawasan kota modern, Kota Tangerang Selatan juga masih menghadapi masalah sosial yang cukup tinggi. Untuk itu sesuai dengan delapan program aksi yang dicanangkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai anggota dewan pihaknya tengah memperjuangkan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi kerakyatan seperti koperasi. Tak kalah pentingnya adalah penataan serta pengembangan pasar tradisional dan modern yang kian bermunculan. Termasuk menata warung-warung tradisional milik warga agar bisa bersaing dengan minimarket yang sudah menjamur di mana-mana. “Sebagai kota perdagangan dan wisata, kami di dewan terus memperjuangkan peraturan-peraturan yang memihak masyarakat Tangsel,” ujar anggota Komisi II yang membidangi masalah kesejateraan masyarakat ini.

Bahkan di mata Zaid, perkembangan Tangsel sebagai kota modern boleh dibilang autopilot. Pasalnya, menurut Zaid, kota ini sudah banyak pengembang-pengembang besar yang sudah membuat tata kota yang lebih modern. Seharunya pemerintahan bisa mengikuti pengembang-pengembang itu dalam hal pembangunan tata kota, sehingga bisa melebihi dari kawasan yang dikembangkan oleh pengembang-pengembang yang ada. “Kalaupun dibiarkan saja, kota ini sudah terbentuk dengan sendirinya oleh pengembang, terkecuali daerah-daerah yang tidak dijamah oleh pengembang. Seharusnya pemerintah kota melihat hal ini sebagai peluang yang bisa meningkatkan pendapatan asli daerah dan memudahkan dalam membuat perda-perda,” tandasnya.

Di kota seluas 1,43 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa yang tersebar di 7 kecamatan dan 54 kelurahan, Partai Gerindra mampu menunjukkan eksistensinya sebagai partai yang menjadi harapan masyarakat. Hal ini terlihat dari antusiasme warga di setiap kegiatan Gerindra. Terlebih dengan adanya dua armada berupa kendaraan operasional dan ambulan Kesira yang terjun langsung sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Armada itu kita rolling setiap bulannya ke setiap kecamatan yang ada di Tangsel,” ujarnya sembari menyebutkan setidaknya kini sudah ada sekitar 50-60 ribu anggota baik kader maupun simpatisan.

Untuk itu, dalam setiap kesempatan, Zaid selalu berpesan kepada kader Gerindra agar tetap semangat, menjaga kekompakan, kebersamaan dalam memenangkan Partai Gerindra dan mengantarkan Prabowo sebagai Presiden di 2014 mendatang. Selain itu Zaid pun mengajak para kader untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, jangan sampai putus. [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s